x

MBG Menu Kering di SDN Cijengkol Disoal, Orang Tua dan Sekolah Pertanyakan Anggaran

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Mar 2026 09:47 19 BBR

Lebak,beritabantenraya.com – Penyaluran menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk makanan kering kepada 1.193 keluarga penerima manfaat (KPM) menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait kesesuaian nilai anggaran.

cover

Menu tersebut dibagikan kepada siswa dari tingkat PAUD hingga sekolah lainnya di SDN Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai menu yang dibagikan diperkirakan sekitar Rp8.993 untuk porsi besar dan sekitar Rp6.283 untuk porsi kecil.

Nilai tersebut dinilai oleh sebagian orang tua siswa dan pihak sekolah belum sebanding dengan besaran anggaran program MBG yang disebut mencapai sekitar Rp10.000 per porsi.

IMG-20260507-192530

Program MBG di wilayah tersebut diketahui dikelola oleh Yayasan Darul Qur’an Mulia, yang menyiapkan dan menyalurkan makanan kepada para siswa.

Adapun menu yang dibagikan kepada siswa PAUD pada hari tersebut terdiri dari satu buah jeruk, tahu goreng, dan bolu kukus. Sementara untuk porsi yang lebih besar, menu yang diberikan berupa keripik mantang ungu, bolu kukus, dan tahu goreng.

Sejumlah orang tua siswa dan kepala sekolah mempertanyakan apakah komposisi menu serta nilai makanan yang diberikan telah sesuai dengan alokasi anggaran dan standar gizi yang menjadi acuan program MBG.

Menanggapi hal tersebut, pihak akuntan dan ahli gizi dapur MBG Yayasan Darul Qur’an Mulia menyampaikan bahwa nilai menu pada penyaluran hari itu memang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan anggaran.

Mereka menjelaskan bahwa kekurangan nilai menu tersebut akan ditambahkan pada penyaluran berikutnya.

“Kami mengakui nilai menu yang disalurkan hari ini masih kurang. Kekurangannya akan kami tambahkan pada penyaluran besok,” ujar pihak akuntan dan ahli gizi dapur MBG Yayasan Darul Qur’an Mulia saat dikonfirmasi.

Masyarakat berharap pelaksanaan program MBG dapat dilakukan secara transparan dan sesuai dengan standar gizi serta anggaran yang telah ditetapkan, sehingga tujuan program untuk meningkatkan asupan gizi bagi para penerima manfaat dapat tercapai.

Orang tua siswa juga berharap pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai komposisi menu, nilai anggaran, serta standar gizi yang digunakan sebagai acuan dalam penyaluran makanan.

Selain itu, mereka meminta pengawasan dari pihak terkait dapat dilakukan secara lebih optimal agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa.

 

Wartawan: Heru Kz | Editor: Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x