x

King Naga Kecam Dugaan Perilaku Tak Pantas Oknum PPPK di Kecamatan Wanasalam

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Mar 2026 07:40 61 BBR

Lebak, Jumat (13/3/2026) — Dugaan perilaku tidak pantas yang melibatkan seorang oknum pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut dinilai berpotensi mencoreng citra aparatur pemerintahan sekaligus menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap menurunnya integritas pejabat publik.

cover

Informasi terkait dugaan tersebut beredar luas di tengah masyarakat dan memicu berbagai reaksi, terutama dari kalangan aktivis serta sejumlah elemen masyarakat sipil yang menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan etika dan tanggung jawab seorang aparatur negara.

Ketua LSM GMBI Distrik Lebak yang dikenal dengan sapaan King Naga menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan perilaku tersebut. Menurutnya, jika informasi yang beredar terbukti benar, maka hal itu dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

“Pejabat publik seharusnya menjaga etika, moralitas, dan integritas dalam menjalankan tugasnya. Apabila dugaan ini terbukti, tentu sangat memalukan dan dapat mencoreng nama baik pemerintah daerah. Kami dari LSM GMBI Distrik Lebak mengecam keras tindakan yang tidak mencerminkan sikap seorang pejabat,” ujarnya.

IMG-20260507-192530

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, oknum yang disebut berinisial JL memberikan klarifikasi singkat terkait isu yang beredar. Dalam pesannya, ia menyebut kejadian tersebut diduga berkaitan dengan peretasan.

“Iya pak, itu ada yang nge-hack. Tadinya saya mau laporkan ke Polda, cuma kasihan. Tolong dihapus fotonya ya pak,” tulis JL dalam pesan singkatnya.

Pernyataan tersebut memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Sejumlah pihak meminta agar persoalan ini ditangani secara serius dan transparan oleh aparat penegak hukum guna memastikan fakta yang sebenarnya.

Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, masyarakat dan sejumlah organisasi mendorong dilakukannya langkah-langkah tegas, di antaranya penyelidikan terhadap pihak yang diduga terlibat, pemberian sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku, serta penegakan hukum secara transparan apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Masyarakat Kabupaten Lebak, khususnya warga Kecamatan Wanasalam, berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret guna menjaga kedisiplinan aparatur serta memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Kasus ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh aparatur negara untuk senantiasa menjunjung tinggi etika, moralitas, dan integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

 

Jurnalis: Heru Kz

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x