
Lebak – Pemerintah Provinsi Banten mencatatkan lonjakan produksi padi hingga enam belas koma delapan puluh empat persen sepanjang PeLetahun 2025.
Dengan total produksi satu koma delapan juta ton, Banten kini resmi menembus posisi sepuluh besar lumbung pangan nasional.
Keberhasilan ini tidak lepas dari meluasnya area panen yang kini mencapai tiga ratus empat puluh sembilan ribu hektare lebih.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauhid, menyebut kenaikan ini adalah buah dari keberlanjutan sistem pertanian dan perhatian pada kesehatan petani.
Namun, di balik angka besar tersebut, Kabupaten Lebak menjadi tulang punggung utama.
Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yuniar, menegaskan tanpa kontribusi petani Lebak, mustahil Banten bisa berbicara banyak di level nasional. Rahmat menyebut Lebak adalah jantung pangan bagi Tanah Jawara.
Menanggapi prestasi ini, Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jayabaya, tidak ingin cepat puas. Beliau justru menyoroti kurangnya tenaga mantri tani di desa-desa.
Hasbi menginstruksikan seluruh penyuluh untuk turun langsung mengedukasi petani agar teknologi pertanian makin optimal.
Tak hanya itu, sebuah kebijakan revolusioner diambil Pemkab Lebak untuk menjaga kesejahteraan petani kecil. Langkah berani Lebak ini diharapkan menjadi contoh nasional dalam memuliakan pahlawan pangan.

Tidak ada komentar