
Lebak – Koperasi Kelurahan dan Desa Merah Putih (KKDMP) di Kabupaten Lebak, Banten optimistis mampu menumbuhkan ekonomi lokal sehingga secara langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
“Kita meyakini KKDMP yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa dalam keterangan di Lebak, Sabtu.
Saat ini, KKDMP di Kabupaten Lebak yang sudah beroperasi sebanyak 78 unit dan dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi lokal juga penyerapan tenaga kerja baru bagi masyarakat.
Usaha yang dikelola koperasi tersebut dengan membuka tujuh unit usaha antara lain kantor koperasi, dan kios pengadaan bahan pokok juga kios simpan pinjam.
Selain itu juga klinik kesehatan desa/kelurahan, apotek desa atau kelurahan, sistem pergudangan atau cold storage, dan sarana logistik.
Koperasi yang beroperasi itu secara mandiri dari anggota melalui dana wajib simpanan pokok dan simpanan wajib per bulan dan belum menerima penyertaan modal dari PT Agrinas Nusantara Pangan.
Bahkan, koperasi tersebut menjalin kerja sama dengan Perum Bulog, Puskesmas, Kelompok Tani dan Pengusaha Sembako.
Kehadiran KKDMP itu membawa angin segar bagi masyarakat dan petani, karena bisa memangkas alur rantai pasok sembako, sehingga harga akan lebih murah dan terjangkau masyarakat.
Disamping itu juga menyediakan kebutuhan pertanian, seperti pupuk, pestisida, benih, peralatan pertanian.
Koperasi yang digagas Presiden Prabowo dapat menampung komoditas hasil pertanian dan pelaku usaha.
“Kami mengapresiasi koperasi itu sudah berjalan dan mampu meningkatkan ekonomi, sehingga kesejahteraan masyarakat setempat relatif baik,” katanya menjelaskan.
Menurut dia,para pekerja KKDMP itu diprioritaskan dari keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Sebab, koperasi tersebut bertujuan untuk mempercepat penghapusan miskin rentan dan miskin ekstrem menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita berharap adanya KKDMP itu dapat memperkuat ekonomi lokal sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” katanya menjelaskan.
Kepala Cabang Perum Bulog Lebak-Pandeglang Muhammad Syaukani mengatakan pihaknya memasok bahan pokok ke 15 KKDMP Kabupaten Lebak untuk memenuhi ketersediaan bahan pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Harga pangan yang dipasok Bulog ke KDKMP itu, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp11 ribu/kilogram (kg), dan minyak goreng Rp14.500/liter.
Sedangkan untuk harga tepung dan gula pasir dijual secara komersial, namun harganya di bawah pasaran.
“Kami menyuplai bahan pokok KKDMP itu sudah berjalan empat bulan dan transaksi keuangan kontan,” katanya.

Tidak ada komentar