x

Proyek SPAM Rp1 Miliar di Leuwidamar Disorot, Warga Keluhkan Air Tak Mengalir

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 15:34 69 BBR

Lebak, 8 Mei 2026 — Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Cakuem, Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menuai sorotan masyarakat.

cover

Program yang dibangun pada 2024 dengan nilai anggaran disebut hampir mencapai Rp1 miliar itu diduga tidak berfungsi optimal dan dinilai dikerjakan asal jadi.

Warga setempat mengaku kecewa karena fasilitas yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih justru tidak memberikan manfaat nyata sejak proyek selesai dibangun.

“Airnya sering tidak ada. Pernah mengalir saat musim hujan, tetapi kondisinya keruh dan kotor. Kalau musim kemarau, dari awal dibangun sampai sekarang tidak ada air sama sekali,” ujar salah seorang warga kepada awak media.

IMG-20260507-192530

Keluhan masyarakat tersebut memunculkan pertanyaan terkait kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek SPAM yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar. Warga menilai hasil pembangunan tidak sebanding dengan anggaran yang telah digelontorkan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat siang, 8 Mei 2026, pihak pemborong berinisial TO yang disebut sebagai bagian dari pelaksana proyek belum memberikan tanggapan.

Tak hanya itu, awak media juga menerima informasi dari warga lain terkait dugaan sumber air yang digunakan dalam proyek tersebut. Warga menyebut sumber air SPAM diduga bukan berasal dari mata air bersih, melainkan dari aliran solokan kecil bercabang yang kondisinya kotor dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Di atas itu bukan mata air bersih, tetapi seperti aliran solokan kecil dua arah. Tempatnya juga kotor dan sedikit bau,” kata warga lainnya.

Apabila informasi tersebut benar, kondisi ini dinilai memprihatinkan karena program SPAM seharusnya menyediakan akses air bersih yang layak dan higienis bagi masyarakat.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak dan aparat penegak hukum untuk segera turun langsung melakukan pengecekan di lokasi proyek. Selain itu, warga meminta adanya audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran serta kualitas pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

Menurut warga, proyek yang dibiayai menggunakan anggaran negara semestinya mengutamakan kualitas, kebermanfaatan, dan keberlanjutan bagi masyarakat.

Mereka berharap apabila ditemukan dugaan kelalaian, pekerjaan asal jadi, maupun penyimpangan anggaran, pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x