x

Permintaan Tinggi, Gula Aren Lebak Siap Masuk 399 Koperasi Desa Merah Putih

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Mei 2026 05:57 11 BBR

Lebak  – Produksi gula aren di Kabupaten Lebak, Banten dipasarkan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

cover

“Kita berharap produksi gula aren berbasis pangan lokal menjadikan andalan ekonomi masyarakat,” kata (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak Widy Ferdian di Lebak, Jumat.

Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) produksi gula aren memasarkan di KDMP dan KKMP.

Saat ini, produk gula aren yang sudah menembus koperasi di antaranya KDMP Girimukti Kecamatan Cilograng, KDMP Luhur Jaya Kecamatan Cipanas, KDMP Panancangan Kecamatan Cibadak dan KDMP Sumurbandung Kecamatan Cikulur.

IMG-20260507-192530

Selain itu juga KKMP Muara Ciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung, KKMP Muara Ciujung Barat Kecamatan Rangkasbitung, KDMP Selaraja Kecamatan Warunggunung dan KDMP Serageni Kecamatan Cimarga.

Selama ini, permintaan gula aren yang dipasarkan di KDMP dan KKMP cukup tinggi, sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap kedepannya produksi gula aren dipasarkan di 399 KDMP dan 5 KKMP,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, Kementerian Hukum (Kemenkum) melindungi potensi lokal di Kabupaten Lebak dengan memfasilitasi sertifikasi Produk Gula Aren yang dipasarkan KDMP dan KKMP.

Selain itu juga memfasilitasi UMKM unggulan ikut event “Jawara UMKM Banten” yang akan diselenggarakan 31 Juli 2026 oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten dan Cilegon.

Pelaksanaan event tersebut khusus hanya untuk kuliner dari UMKM Kabupaten Lebak yang mengikuti event tersebut Gula Aren “Andi”, Aneka Snack “Mama Okto”, Ikan Olahan “Mak Bedah”, Emping “Eka Putri Warunggunung” dan Kopi “Cigemblong”.

“Kita berharap produk unggulan itu bisa menjadi andalan ekonomi masyarakat, sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja,” katanya menjelaskan.

Widy menyebutkan, pengembangan usaha gula aren di Kabupaten Lebak sudah berjalan puluhan tahun di masyarakat, karena didukung melimpahnya bahan baku pohon aren.

Hasil produksi gula aren dipasok ke sejumlah pasar di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, bahkan menembus pasar ekspor.

Saat ini, kata dia, jumlah perajin gula aren tercatat 6.000 orang dan mampu menghasilkan omzet hingga mencapai Rp 96,65 miliar per tahun.

“Kami minta pelaku UMKM gula aren dapat meningkatkan kualitas dan mutu, sehingga bisa bersaing pasar, sehingga menjadikan sumber ekonomi masyarakat dan komoditas unggulan daerah,” katanya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x