
Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mengembangkan konsep industri hilirisasi untuk mengelola sumber daya alam dari sektor pertanian, perkebunan peternakan, perikanan guna menikmati nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita berharap konsep industri hilirisasi itu agar menarik investasi di daerah itu yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) melimpah,” kata Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin di Lebak, Jumat.
Potensi kekayaan SDA Kabupaten Lebak itu beragam juga didukung lahan yang sangat luas untuk peningkatan nilai tambah produk, beberapa produk potensial dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan hilirisasi.
Di antaranya pengelolaan perkebunan kelapa sawit bisa dikelola oleh industri Virgin Coconut Oil (VCO), industri Crude Palm Oil (CPO).
Baca juga: Pemkab Lebak kelola sampah jadi bahan bakar alternatif RDF
Begitu juga sektor perikanan tangkap, seperti tuna cakalang tongkol (TCT) bisa dikelola industri sardines kaleng, industri olahan udang.
Selain itu, juga industri jagung (tepung maizena), singkong dikelola industri tapioka dan perkebunan karet bisa dikembangkan industri karet (Ban kendaraan).
Selain itu, juga produksi pertanian pangan bisa dikembangkan industri beras, sehingga bisa memenuhi ketersediaan pangan masyarakat.
Oleh karenanya, pemerintah daerah akan memberikan kemudahan-kemudahan terhadap investor yang membuka usaha pengembangan industri hilirisasi, terutama proses perizinan dan persyaratan lainnya.
“Kita menyediakan lahan untuk investasi hilirisasi seluas 10.373 hektare di 13 kecamatan sesuai Rencana Umum Tata Ruang ( RUTR),” kata Robertus.
Baca juga: Pemkab Lebak usulkan pembangunan flyover di dua perlintasan kereta
Ia mengatakan, program hilirisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Dengan konsep hilirisasi, kata dia, hasil SDA, seperti pertanian, peternakan, perkebunan , perikanan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah di dalam negeri agar manfaat ekonominya dinikmati langsung oleh masyarakat khususnya petani.
“Kita meyakini konsep pengembangan industri hilirisasi dapat menyerap lapangan pekerjaan juga mampu mengatasi kemiskinan,” kata Robertus.

Tidak ada komentar